Home 2024 PGMI Refleksi Tahun Politik Tahun Pemilu, Tahun Tantangan: Resolusi Awal 2024 untuk PGMI

Tahun Pemilu, Tahun Tantangan: Resolusi Awal 2024 untuk PGMI

Memasuki Januari 2024, kalender Indonesia membawa nuansa khusus: ini adalah tahun politik. Pemilihan Presiden dan Pemilu Legislatif berlangsung 14 Februari. Bagi sebagian orang, tahun politik berarti tahun gaduh—tahun spanduk, kampanye, polarisasi. Bagi PGMI IAI PERSIS Garut, tahun ini juga berarti tahun yang menuntut sikap lebih jernih dari sebuah institusi pendidikan calon guru.

Kenapa? Karena guru—termasuk guru MI—adalah salah satu profesi yang paling sering ditarik ke dalam dinamika politik. Dari pemilihan kepala daerah hingga pemilihan presiden, guru dianggap sebagai aktor strategis: bisa menjadi pemilih, bisa menjadi penggerak suara, bahkan bisa menjadi obyek mobilisasi. Mahasiswa kami yang sebentar lagi menjadi guru perlu sadar tentang dinamika ini sejak dini.

Refleksi awal tahun ini, kami ingin menggarisbawahi beberapa hal. Pertama, sebagai pendidik, guru harus menjaga netralitas yang substantif—bukan netralitas yang pasif. Netralitas substantif berarti: tidak memihak kandidat tertentu di kelas, tetapi tetap aktif mendidik siswa tentang demokrasi, hak warga negara, dan etika berpolitik. Netralitas pasif justru membuat madrasah kehilangan momentum untuk menjadi sekolah demokrasi.

Kedua, tahun politik adalah kesempatan emas untuk pendidikan kewargaan. Anak-anak MI yang sekarang melihat orang tua mereka memasang baliho, mengikuti kampanye, atau berdebat tentang capres di rumah, perlu dibimbing untuk memahami apa yang sedang terjadi. Guru MI bisa menjadi penjelas yang bijak—membedakan antara dukungan dan fanatisme, antara kritik dan ujaran kebencian.

Ketiga, di tahun politik, kita perlu mewaspadai berita bohong. Anak-anak MI mungkin tidak ikut nyoblos, tetapi mereka pengguna gawai keluarga. Mereka melihat WhatsApp grup ibu mereka, mendengar percakapan ayah dengan tetangga, dan menyerap semuanya. Pendidikan literasi informasi di MI menjadi lebih relevan dari sebelumnya.

Selain agenda politik, ada pekerjaan rumah internal yang menunggu PGMI tahun ini: persiapan akreditasi prodi, peluasan implementasi Kurikulum Merdeka di MI mitra, dan—yang sangat penting—peningkatan riset dosen. Tahun politik tidak boleh mengganggu agenda akademik. Justru di tahun yang penuh kebisingan, kampus harus menjadi pulau ketenangan untuk berpikir jernih.

Sebagai resolusi, kami berdoa: semoga 2024 menjadi tahun di mana PGMI IAI PERSIS Garut bisa menjaga jarak yang sehat dari hiruk-pikuk politik, tanpa menjadi menara gading yang tidak peduli. Mendidik calon guru yang sadar politik tetapi tidak terjebak politik—itulah cita-cita kami. Selamat memasuki 2024.

Komentar