PINTAR Kemenag dan Belajar Sepanjang Hayat untuk Guru MI
September 2023, geliat pengembangan profesional guru madrasah semakin terasa lewat platform PINTAR (Pusat Informasi dan Pelatihan Kementerian Agama). Platform ini menyediakan berbagai pelatihan daring untuk guru madrasah—dari pelatihan pedagogik, pengembangan kurikulum, hingga literasi digital. Bagi PGMI IAI PERSIS Garut, kehadiran PINTAR adalah angin segar yang patut disambut dengan optimisme terukur.
Selama bertahun-tahun, akses pengembangan profesional bagi guru madrasah memang terasa lebih terbatas dibanding guru sekolah umum yang punya Platform Merdeka Mengajar (PMM). PINTAR datang sebagai jawaban: guru madrasah pun harus punya kanal khusus untuk terus belajar. Materinya menyesuaikan kebutuhan unik madrasah—integrasi ilmu agama dan umum, P5-PPRA, kurikulum madrasah, dan banyak lagi.
Yang menjanjikan dari PINTAR adalah aksesibilitasnya. Guru di pelosok Garut yang dulu sulit menjangkau pelatihan tatap muka di kota, kini bisa mengikuti pelatihan dari rumah lewat gawai. Sertifikat yang diterbitkan PINTAR juga sah diakui dalam perhitungan angka kredit dan kebutuhan administrasi karier.
Tetapi optimisme harus diiringi kewaspadaan. Beberapa catatan kritis perlu dikemukakan. Pertama, "belajar daring" tidak selalu menjamin "belajar mendalam". Banyak pelatihan daring berjalan superficial—peserta sekadar menonton video, mengerjakan kuis, lalu mendapat sertifikat. Padahal hakikat pelatihan guru adalah perubahan praktik di kelas. Tanpa mekanisme follow-up dan pendampingan, sertifikat-sertifikat itu hanya menjadi penghias berkas.
Kedua, kesenjangan literasi digital di kalangan guru MI masih nyata. Sebagian guru senior masih kesulitan dengan navigasi platform, login, atau bahkan stabilitas jaringan internet di lingkungan rumah mereka. Tanpa dukungan teknis yang memadai, PINTAR justru bisa menjadi sumber stres baru.
Ketiga, pelatihan daring tidak boleh menggantikan ekosistem belajar lokal di lingkungan madrasah. Yang paling subur untuk pengembangan guru sebenarnya bukan platform, melainkan komunitas praktisi: kelompok guru yang rutin bertemu, saling mengamati pembelajaran, berbagi modul ajar, dan merefleksikan praktik bersama. PINTAR bisa menjadi sumber materi; tetapi pertumbuhan terjadi di ruang kolaborasi yang manusiawi.
PGMI IAI PERSIS Garut mengambil posisi: mendukung PINTAR sebagai bagian dari ekosistem belajar guru, sambil terus memperkuat komunitas profesional di kalangan alumni dan MI mitra. Mahasiswa kami didorong sejak dini untuk memandang belajar sebagai sesuatu yang tidak pernah selesai—tidak berhenti di wisuda, tidak berhenti di sertifikasi, tidak berhenti di lulus PPG.
Sebagaimana ajaran Islam mengingatkan: uthlub al-'ilma min al-mahdi ila al-lahdi—tuntutlah ilmu sejak dari ayunan hingga ke liang lahat. PINTAR hanyalah salah satu alat. Spirit belajar sepanjang hayatlah yang sebenarnya kita rayakan.
Komentar
Posting Komentar