AKMI 2023: Dari Cermin Menjadi Peta Jalan Mutu
Maret 2023, Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) kembali digelar. Tahun ini menjadi pelaksanaan ke-2 setelah AKMI perdana 2022. Yang menarik, percakapan tentang AKMI tahun ini terasa lebih matang—tidak lagi sekadar "apa itu AKMI?", tetapi mulai bergeser ke "bagaimana hasilnya dimanfaatkan?"
Bagi PGMI IAI PERSIS Garut, pergeseran ini menyimpan kabar baik dan tantangan baru. Kabar baiknya, semakin banyak guru dan kepala MI yang menyadari bahwa AKMI bukan sekadar instrumen evaluasi pemerintah, melainkan cermin diri madrasah. Tantangannya, banyak madrasah yang belum tahu apa yang harus dilakukan ketika cermin itu menunjukkan hasil yang kurang menggembirakan.
Hasil AKMI 2022 yang dirilis pada akhir tahun lalu menjadi bahan refleksi yang berharga. Secara nasional, banyak MI yang skornya di bawah rerata pada literasi membaca tingkat lanjut—khususnya pada soal-soal yang menuntut interpretasi, evaluasi, dan refleksi terhadap teks. Pada literasi numerasi, kesulitan paling besar muncul di soal cerita yang melibatkan dua-tiga langkah pemecahan. Pada literasi sains, siswa kuat di pengetahuan faktual tetapi lemah di penalaran fenomena. Pada literasi sosial-budaya, hasilnya bervariasi tergantung konteks lokal madrasah.
Pertanyaannya: apa yang dilakukan madrasah dengan data ini? Inilah yang kami sebut sebagai "AKMI sebagai peta jalan". Hasil AKMI seharusnya menjadi dasar untuk: (1) menyusun ulang prioritas pembelajaran tahunan, (2) merancang program penguatan literasi-numerasi yang terfokus, (3) melatih guru pada area kompetensi yang paling lemah, dan (4) membangun kerja sama dengan orang tua untuk mendukung literasi di rumah.
Bagi calon guru MI yang kami didik, kemampuan membaca data AKMI menjadi keterampilan profesional baru. Kami mulai memasukkan latihan analisis data hasil asesmen ke dalam mata kuliah evaluasi pembelajaran. Mahasiswa dilatih bukan hanya menyusun soal, tetapi juga membaca hasil—menemukan pola kesulitan siswa, merumuskan hipotesis penyebab, dan merancang tindak lanjut pembelajaran. Inilah kompetensi yang sebelumnya jarang ada di kurikulum PGMI.
Pelaksanaan AKMI 2023 sendiri membawa beberapa perbaikan teknis: kuota sampel yang lebih luas, soal yang dirilis lebih awal sebagai bahan latihan, dan dukungan platform yang lebih stabil. Tetapi perbaikan teknis tidak akan berarti banyak jika madrasah tidak memanfaatkan hasilnya.
Pesan kami untuk MI mitra di Garut: jangan takut pada hasil AKMI. Hasil yang rendah bukan akhir, melainkan undangan untuk berbenah. Madrasah yang berani membaca cerminnya dengan jujur adalah madrasah yang siap tumbuh.
Komentar
Posting Komentar