Home Akhir Tahun IAI PERSIS Garut PGMI Refleksi Refleksi Akhir Tahun 2022: PGMI IAI PERSIS Garut Menatap Pekerjaan Rumah 2023

Refleksi Akhir Tahun 2022: PGMI IAI PERSIS Garut Menatap Pekerjaan Rumah 2023


Desember 2022 membawa kita ke garis akhir sebuah tahun yang penuh peristiwa. Dunia pendidikan dasar Islam telah melewati banyak titik penting: implementasi awal Kurikulum Merdeka, AKMI perdana, kembalinya pembelajaran tatap muka penuh, percakapan tentang literasi-numerasi, dan sederet tema lain yang menuntut pemikiran ulang dari para pengelola pendidikan. Bagi Program Studi PGMI IAI PERSIS Garut, akhir tahun adalah saat refleksi—bukan sekadar menutup buku, tetapi membaca ulang halaman-halamannya untuk merancang tahun yang lebih baik.

Setidaknya ada empat catatan utama dari perjalanan kami sepanjang 2022.

Pertama, soal kurikulum prodi. Implementasi Kurikulum Merdeka di MI menuntut prodi PGMI menyesuaikan diri secara substantif. Kami mulai meninjau ulang mata kuliah perencanaan pembelajaran, asesmen, dan PPL. Tahun depan, peninjauan ini perlu lebih sistematis, melibatkan praktisi MI dari lapangan agar perubahan kurikulum prodi benar-benar relevan dengan kebutuhan calon guru di lapangan.

Kedua, soal kompetensi lulusan. Kami menyadari bahwa mahasiswa kami masih memerlukan penguatan dalam kemampuan analisis data, literasi digital tingkat lanjut, dan kemampuan riset sederhana. Tahun 2023, kami berniat mendorong pengembangan kompetensi ini melalui mata kuliah pilihan, pelatihan singkat, dan kerja sama dengan lembaga eksternal.

Ketiga, soal kemitraan. Tahun 2022 telah memperluas hubungan kami dengan MI-MI di Garut. Tetapi kemitraan ini masih perlu didalami: dari sekadar tempat PPL menjadi laboratorium kolaborasi yang sesungguhnya—untuk riset bersama, pengembangan modul, dan pelatihan guru. Kami berharap pada 2023 dapat membangun pola kemitraan yang lebih melembaga.

Keempat, soal identitas. Sebagai prodi PGMI di lingkungan PERSIS, kami berkomitmen menjaga kekhasan tradisi PERSIS dalam pendidikan: rasionalitas yang berlandaskan dalil, kritisisme yang santun, dan komitmen pada akidah yang lurus. Identitas ini bukan beban, melainkan modal. Tahun depan, kami ingin lebih sistematis menampilkan kekhasan ini dalam capaian pembelajaran prodi dan profil lulusan.

Selain catatan-catatan tersebut, kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada para dosen, mahasiswa, alumni, MI mitra, orang tua mahasiswa, dan pimpinan IAI PERSIS Garut yang telah menemani perjalanan kami sepanjang tahun ini. Tanpa kerja sama semua pihak, prodi tidak akan bisa berjalan.

Pekerjaan rumah 2023 sudah menunggu: implementasi Kurikulum Merdeka yang lebih luas di MI, persiapan akreditasi prodi, peningkatan riset dosen, dan banyak lagi. Kami menyambut tahun yang baru dengan kesadaran bahwa pekerjaan kami tidak pernah selesai—sebab mendidik calon guru madrasah adalah mendidik masa depan umat. Semoga Allah memberkahi langkah-langkah kami. Sampai jumpa di 2023.

Komentar